Kamis, 07 Januari 2010

TIPS HADAPI BANJIR


Dengan pengalaman 9 tahun lebih di bengkel astra, tiap musim banjir besar biasanya banyak mobil masuk ke bengkel akibat banjir yang dihadapi oleh para pemilik mobil. Sebagian besar mobil yang rusak disebabkan ketidaktahuan para pemilik mobil, PAS 1 ingin berbagi tips kepada teman-teman, tentang apa saja yang harus dilakukan saat menghadapi banjir.

1. Menghadapi banjir saat di jalan
Pada bagian yang satu ini ada dua kekeliruan dari para pemilik mobil

Banyak pemilik kendaraan yang menganggap mobil akan rusak karena air masuk ke mesin lewat knalpot, sehingga tidak jarang kita melihat para pemilik mobil menutup knalpot mereka dengan plastik dan lain-lain saat menerobos banjir, jika hal ini dilakukan pada sepeda motor tentu berpengaruh besar karena tinggi knalpot dan mesin tidak jauh berbeda. Tetapi pada mobil, knalpot dan mesin memiliki tinggi yang jauh berbeda, terlebih lagi knalpot berada di bagian belakang mobil sehingga sangat sedikit menerima tekanan air saat mobil melaju ke depan, justru tekanan udara dari gas buang dapat mendorong air yang masuk ke dalam knalpot untuk keluar lagi. Jadi saat menerobos banjir di jalan raya yang harusnya diperhatikan adalah “apakah air dapat masuk ke bagian mesin atau tidak ?” dan bagian mobil yang sangat memungkinkan masuknya air ke dalam mobil bukan berasal dari knalpot, tetapi air masuk dari bagian mesin itu sendiri, biasanya air masuk lewat lubang masuknya udara ke intake manifold atau ke ruang bakar, lubang ini biasa disebut lubang saringan udara atau hose air cleaner. Hose air cleaner biasanya ditempatkan berbeda-beda pada tiap mobil, jika hose air cleaner mobil anda berada pada posisi yang rendah sebaiknya jangan nekat menerobos banjir, karena air akan masuk ke ruang bakar dan menyebabkan water hammer, water hammer ini terjadi karena air tidak dapat dikompresikan diruang bakar dan menyebabkan connecting rod (stang piston/seher) patah, biasanya akan terdengar bunyi benda patah pada mesin dan kemudian mesin mati tidak dapat dihidupkan. Akibatnya mesin harus diderek dan harus turun mesin, jika anda tidak ingin terjadi pada mobil anda sebaiknya anda perhatikan posisi hose air cleaner mobil anda.

Banyak pemilik kendaraan yang menganggap mesin akan mati jika tidak digas tinggi pada saat melewati banjir, karena memiliki pemahaman seperti ini maka tidak sedikit pemilik kendaraan yang menahan kopling pada posisi setengah, karena pada saat digas tinggi, jika kopling tidak ditahan maka mobil bisa melaju kencang dan bisa menabrak mobil lain yang ada di depan, mengingat biasanya saat banjir selalu macet di mana-mana. Karena kopling ditahan setengah dan digas tinggi, akibatnya pelat kopling tergesek terus menerus dan pada banyak kasus pelat kopling habis saat itu juga, sehingga mobil tidak dapat melaju mengingat terputusnya hubungan mesin dengan transmisi dan roda. Tentu cerita selanjutnya mobil harus diderek dan harus ganti pelat kopling di bengkel. Lalu apa yang harusnya kita lakukan ? sebagaimana penjelasan di atas selama air tidak masuk ke mesin melalui hose air cleaner, maka bisa dipastikan mesin akan berputar dengan normal dan kita tidak perlu takut mesin mati, jadi saat kita menerobos banjir dan kita yakin air tidak akan masuk melalui hose air cleaner, maka kita operasikan mobil seperti biasa saja, yaitu pada gigi rendah dan gas sewajarnya.

TIPS

Posisi hose air cleaner menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan saat menghadapi banjir, beberapa orang menyambung hose air cleaner dengan pipa yang cocok dan diletakkan pada posisi yang tinggi, tapi lubang hose jangan menghadap ke atas karena air hujan akan dapat leluasa masuk, sambungan hose air cleaner ini prinsipnya sama seperti yang dipakai oleh para penyelam, sehingga hose tambahan ini sering disebut dengan snorkel.

2. Menghadapi banjir saat mobil diparkir

Saat mobil diparkir di rumah atau di kantor dan mobil anda terendam banjir, maka jika anda melihat indikasi banjir akan terjadi separah tadi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengangkat baterai atau minimal melepas kabel minus (-) baterai, pada saat musim banjir banyak kasus kabel-kabel dan komputer pada mobil rusak karena terjadi hubungan arus pendek atau korslet, hal ini karena air memiliki sifat semi konduktor yang dapat juga menjadi penghantar listrik, pada saat banjir dan kabel batreai tidak dilepas, maka akan terjadi hubungan pendek antara kutub positif baterai dan kutub negatif, hal ini menyebabkan kabel-kabel juga rusak termasuk komputer pada mesin mobil. Akhirnya anda harus ganti kabel satu set dan komputer mobil yang harganya bisa mencapai di atas lima juta rupiah.

TIPS

Saat anda parkir mobil anda dan terendam banjir, maka lepaslah baterai atau minimal melepas kabel minus baterai. Juga tentunya harus menutup lubang-lubang yang memungkinkan masuknya air ke dalam mobil yaitu menutup hose air cleaner, menutup saluran pengisian pada tanki bensin, dan mengingat mesin dalam keadaan mati maka knalpot pun wajib ditutup.

Setelah banjir semua komponen elektronik pada mobil yang terendam banjir sebaiknya dilepas satu persatu dan disemprotkan cairan pembersih (contact cleaner) kemudian dikeringkan dengan bantuan tekanan udara yang ringan. Karena jika masih terdapat air pada komponen tersebut, kemungkinan akan terjadi short/korslet saat baterai dipasang. Jika hal ini anda lakukan, kemungkinan besar komputer mobil anda masih dapat diselamatkan dan anda tidak perlu keluar uang banyak karena menggantinya dengan yang baru.

Setelah selesai banjir jangan langsung mencoba menyalakan mesin anda, karena masih ada kemungkinan air masuk lewat celah-celah lain, jadi sebaiknya buka terlebih dahulu busi-busi dan keluarkan air yang masuk ke dalam ruang bakar dengan menstarter mesin berualang-ulang sampai anda melihat tidak ada air yang keluar lagi pada ruang bakar.

Bagi anda yang mobilnya masih masih menggunakan karburator, maka wajib bagi anda menyemprot lubang udara pada karburator untuk mengeluarkan air yang masih ada di dalam karburator.

Jika mobil masih juga tidak dapat hidup atau hidup tetapi mati-mati, kemungkinan besar air sudah masuk ke dalam tanki bahan bakar dan bercampur dengan bahan bakar, maka anda harus menguras tanki bahan bakar dengan cara menurunkan tanki dan menguras habis isinya, jika anda menguras tanpa menurunkan tanki biasanya masih ada air yang tersisa pada ruang-ruang tanki bahan bakar dan masalah anda tidak dapat tertuntaskan.

Demikianlah tips yang dapat PAS 1 berikan untuk menghadapi banjir, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar